Jumat, 16 Januari 2009

Kualitas anak kita adalah buah dari hasil asuhan kita

Buruk Cermin Jangan Dibelah

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite ("Children Learn What They Live With"). Thanks Dorothy, it's so inspiring…

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah

Semoga kita masih punya waktu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak terkasih kita…

Bagaimana Jika Anak Atau Bayi Batuk?

Seringkah bayi Anda batuk? Jika iya, maka sangatlah bijaksana jika Anda mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis batuk pada bayi, apa yang menyebabkannya, serta bagaimana cara mengatasinya.

Salah-salah, bisa jadi batuk bayi yang Anda anggap remeh, ternyata berbahaya - atau sebaliknya, batuk yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya membuat Anda terlalu cemas berlebihan…

Asma

Gejala Batuk yang Disebabkan Asma

Batuk biasanya dibarengi dengan suara seperti siulan atau bersuit, biasanya berlangsung sampai lebih dari 10 hari. Batuk jenis ini juga seringkali terjadi di malam hari, atau ketika anak atau bayi Anda lelah bermain, atau ketika si kecil terekspos pada suhu udara yang dingin, debu dan asap.

Penyebab Asma

Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, dimana yang paling sering karena faktor alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma antara lain debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain.

Asma juga merupakan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita penyakit asma maka bisa diturunkan ke anak.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Asma

Asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini sebenarnya hanya berfungsi menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol penyakit asma pada bayi dan anak Anda melalui konsultasi medis -jika asmanya masih taraf ringan- anak Anda dapat bebas dari gejala penyakit asma yang mengganggu sehingga dapat menjalani aktivitas hidup sehari-hari dengan baik.

Bronchiolitis

Gejala Batuk yang Disebabkan Bronchiolitis

Gejala pertama Bronchiolitis biasanya mirip dengan flu biasa:

  1. pilek
  2. batuk ringan
  3. bersin-bersin
  4. demam ringan

Dalam 7 hari bisa diikuti dengan batuk yang semakin parah yang disertai dahak serta suara nyaring seperti bersiul.

Penyebab Bronchiolitis

Bronchiolitis adalah penyakit umum yang banyak diidap oleh bayi dan anak kecil.

Berbeda dengan Bronchitis, Bronchiolitis merupakan infeksi virus yang terjadi pada saluran udara kecil pada paru-paru yang disebut bronchioles. Ketika radang, mereka akan menyembul dan terisi dengan lendir, sehingga bayi atau anak sulit bernafas.

Penyakit ini memang paling sering menyerang bayi dan anak-anak kecil dan biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama kehidupan mereka, dengan puncak gejala sekitar umur 3-6 bulan. Bronchiolitis juga lebih sering diderita oleh laki-laki, anak-anak yang tidak minum ASI, dan orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

Walaupun seringkali dianggap ringan, tapi beberapa bayi beresiko untuk terjangkit lebih parah, bahkan hingga memerlukan rawat inap. Kondisi yang menyebabkan resiko Bronchiolitis bertambah parah yaitu bila si bayi atau anak mempunyai latar belakang penyakit jantung, penyakit paru-paru, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit lain atau obat-obatan.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Bronchiolitis

Pastikan bayi atau anak Anda banyak minum. Langkah yang bijaksana adalah memeriksakan kondisinya kepada dokter anak, karena bisa jadi bayi Anda memerlukan perawatan khusus.

Influenza/ Pilek

Gejala Batuk yang Disebabkan Influenza

Batuknya biasanya bersifat basah, tanpa ada suara siulan ataupun ritme nafas bayi yang menjadi cepat. Biasanya batuk jenis ini terlihat pada bayi sepanjang hari,baik siang maupun malam. Gejala lain yang sering ditemui adalah hidung dan mata yang berair, bersin-bersin, serta demam ringan.

Penyebab Influenza

Penyebab flu adalah infeksi viral pada bagian hidung, tenggorokan dan saluran pernafasan utama. Batuk yang disebabkan oleh influenza biasanya akan berakhir seiring dengan hilangnya flu, yaitu sekitar 7-10 hari. Tapi pada sebagian kasus, ada juga yang batuknya terus berlanjut hingga 2 minggu.

Cara Mengatasi Batuk Bayi yang Disebabkan Influenza

Pertama-tama, usahakan agar saluran pernafasan bayi Anda bersih. Soalnya, saluran pernafasan yang kotor dapat membuat batuknya tambah parah.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan obat tetes hidung atau alat penyedot khusus, karena bayi atau anak Anda tidak bisa mengeluarkan cairan yang menyumbat hidungnya.

Jika anak Anda sudah berusia lebih dari 2 tahun, maka obat dekongestan bisa saja Anda gunakan. Jika batuknya belum hilang juga setelah 10 hari dan hidungnya masih tersumbat, sebaiknya Anda periksakan lagi ke dokter anak Anda. Bukan apa-apa, takutnya anak Anda menderita penyakit lain seperti asma, sinusitis, atau alergi.

Batuk Sesak (Croup)

Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Sesak

Batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam, suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan.

Gejala lain… pada awalnya anak Anda mungkin demam ringan, gejala seperti sesak atau
pilek selama beberapa hari, suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak atau bayi Anda menangis.

Penyebab Batuk Sesak

Penyakit ini sering disebabkan oleh virus parainfluenza. Kadang-kadang oleh virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya.

Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala demam. Kerongkongan dan tenggorokan akan membengkak sehingga salurannya menyempit. Banykan ditemui pada anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.

Cara Mengatasi Batuk Sesak

Dalam kebanyakan kasus, langkah-langkah perawatan sendiri di rumah dapat mempercepat pemulihan anak Anda,sehingga perawatan lebih intensif jarang diperlukan. Sementara itu, anak Anda akan tetap nyaman dengan beberapa langkah sederhana:

  1. Hadapi dengan tenang dan buat anak Anda tenang. Ajak ia duduk, membaca buku atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
  2. Melembabkan udara. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
  3. Buatlah suasana segar dan sejuk. Terkadang bernafas dengan udara segar dan sejuk bisa membantu mengatasi sesak. Bukalah jendela atau hidupkan alat pelembab ruangan. Jika udara di luar rumah lebih dingin, bungkuslah anak Anda dalam selimut dan berjalanlah di luar selama beberapa menit.
  4. Pertahankan anak Anda dalam posisi tegak lurus. Duduk tegak dapat membuatnya bernafas lebih mudah.
  5. Tawarkan minuman. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
  6. Usahakan anak Anda untuk beristirahat. Tidur dapat membantu anak Anda melawan infeksi.
  7. Tidurlah di dekat anak Anda atau bahkan di kamar yang sama, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejala anak Anda menjadi parah.

Anda harus segera mencari bantuan medis jika anak Anda:

  1. Bernafas sangat cepat dengan perut yang kembang kempis dan tampak berjuang untuk mendapatkan udara ke paru-parunya.
  2. Tampak pucat atau kebiru-biruan pada daerah sekitar mulut, hidung dan kuku. Ini pertanda ia tidak mendapatkan cukup oksigen.
  3. Tampaknya sangat gelisah.
  4. Demam dengan suhu badan 39,7 derajat C atau lebih tinggi

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Gejala Batuk Akibat GERD

Batuknya berbunyi seperti decitan dan bersifat garing. Biasanya terjadi setelah si kecil makan dan sekali batuk, bayi atau anak Anda akan sulit berhenti. Batuk inipun akan bertambah parah jika si kecil berbaring.

Jika bayi Anda menderita GERD, maka dia akan rewel dan bisa sesekali muntah.

Penyebab Batuk Akibat GERD

GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut. Ini selanjutnya akan membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, malah mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru anak Anda dan menimbulkan batuk kronis.

Cara Mengatasi Batuk Akibat GERD

  1. Dudukkan bayi atau anak Anda selama sekitar 30 menit setiap kali sesudah makan.
  2. Tinggikan bantalnya ketika ia tidur.
  3. Untuk anak-anak, sebaiknya mereka berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat.
  4. Jika penyakitnya berlanjut hingga lebih dari 2 minggu, segera bawa ke dokter.

Batuk Kering (Pertussis)

Gejala Batuk Yang Disebabkan Batuk Kering

Batuknya kering dan sangat panjang. Ketika si kecil batuk, dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya Anda bisa mendengar suara melengking tinggi.

Sebelum batuknya parah, biasanya anak Anda akan menampakkan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam.

Penyebab Batuk Kering (Pertussis)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar, yang menyerang tenggorokan serta paru-paru.

Cara Mengatasi Batuk Kering (Pertussis)

Penyakit ini biasanya diobati menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.


 

LEBIH SEHAT DENGAN AKUPRESUR

Lakukan secara teratur dan tepat untuk meringankan keluhan sakit dan meningkatkan stamina.

Akupresur cocok untuk bayi. Teknik pemijatan ini merangsang persarafan pada tubuh berdasarkan titik-titik meridian, seperti halnya akupunktur. Intinya, perangsangan di titik-titik meridian itu dilakukan dengan tekanan perlahan. Bisa dengan jari tangan, telapak tangan, atau dengan alat-alat lain yang ujungnya tumpul.

Tujuan akupresur adalah sebagai penanganan awal penyakit atau gangguan yang sekiranya bisa diperingan tanpa obat seperti kolik, batuk-pilek, kurang nafsu makan, cekukan, dan pegal-pegal. Akupresur juga diyakini dapat meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri dan menimbulkan rasa nyaman. Bila kemudian penyakit tidak kunjung sembuh bawalah si kecil ke dokter.

Proses penyembuhan dengan akupresur
terjadi secara ilmiah. Titik-titik meridian yang dirangsangnya berhubungan dengan persarafan di tempat yang mengalami gangguan. Bila si bayi cekukan, maka persarafan yang menimbulkan cekukan dirangsang dengan pijatan agar cekukan mereda. Demikian pula dengan penyakit lain seperti kembung atau kurang nafsu makan, pemijatan di titik meridiannya dapat melancarkan sirkulasi darah di sekitar pusat kembung.

Sebenarnya, ada banyak titik meridian yang bisa digunakan sebagai media penyembuhan. Namun terhadap bayi, disarankan hanya beberapa titik saja. Toh, fungsinya untuk menyembuhkan penyakit yang relatif ringan.

PANDUAN PEMIJATAN

1. Bayi jangan sampai malah merasa tidak nyaman akibat pijatan terlalu keras.

2. Orang tua perlu paham kalau akupresur sifatnya hanya membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang ringan atau sebagai penanganan awal. Penyembuhan utama, bila penyakitnya terus berlanjut, tetap harus ditangani oleh dokter.

3. Dokter yang memahami akupresur biasanya akan melakukan observasi apakah penyakit pada bayi bisa diatasi dengan terapi ini saja atau harus ada pengobatan lain. Penyakit berat seperti kejang demam, paru, jantung, dan asma butuh penanganan yang lebih kompleks. Bila memang ada penyakit berat, akupresur
sebaiknya dikonsultasikan dahulu pada dokter.

4. Akupresur
lebih aman dilakukan pada bayi berusia di atas satu bulan karena kulitnya sudah lebih matang dan ubun-ubun kepalanya sudah lebih rapat.

5. Selama memijat, jangan lupa gunakan minyak seperti minyak telon agar tidak terjadi gesekan keras yang dapat membuat kulit bayi teriritasi. Selain itu tangan pemijat harus bersih.

6. Lakukan pijatan memutar secara perlahan. Pastikan bayi merasa nyaman dengan pijatan kita.

7. Pemijatan pada orang dewasa bisa sampai 30-40 putaran pijat, tapi untuk bayi cukup 10-15 kali.

8. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pijatan di satu titik meridian harus dikombinasikan dengan titik-titik lain yang pada dasarnya bisa memicu persarafan di daerah yang sakit.

9. Bila memang diperlukan, obat luar yang bersifat menghangatkan bisa digunakan agar proses penyembuhan bisa lebih maksimal.

10. Akupresur dapat digunakan untuk meningkatkan stamina tubuh dan memperlancar peredaran darah bayi. Nah, sebaiknya lakukan akupresur
setiap hari di rumah, sangat baik bila dilakukan sehabis mandi. Selain lebih sehat, hubungan batin antara bayi dengan ibu pun bisa lebih erat

FLU DAN BATUK

Pijatlah titik-titik meridian di:

 
 

lekukan di bawah leher

 
 

di kiri-kanan hidung

 
 

dan bila batuknya disertai banyak lendir pijatlah bagian betisnya

 

 
 

dada atas sisi kiri-kanan

 
 

pelipis, tepat di antara kedua alis mata

 

 
 

STAMINA DAN ALIRAN DARAH

 
 

Stamina dan peredaran darah yang lancar memungkinkan bayi tumbuh lebih optimal. Lakukan akupresur secara kontinyu agar daya tahan tubuh bayi meningkat. Caranya dengan memijat titik meridian yang dapat meningkatkan stamina dan melancarkan peredaran darah di:

 
 

  

dada bagian tengah depan, antara dua puting oayudara

bagian belakang tubuh

 

titik empat jari di bawah lutut

 
 

KEMBUNG

 
 

Bagian yang dipijat sama dengan titik-titik untuk mengatasi kurang nafsu makan, yaitu:

 
 

 
 

atas pusar

 
 

sisi kiri-kanan pusar

 
 

titik empat jari di bawah lutut kiri dan kanan

 
 

DEMAM

 
 

Bila demam, atasi dengan menekan titik di:

 
 

 
 

pangkal leher bagian belakang

 
 

punggung bawah kiri dan kanan

 
 

PEGAL-PEGAL

 
 

Biasanya bagian yang terasa pegal adalah kaki. Untuk meringankannya tekanlah titik meridian di:

 
 

bagian belakang kaki

  

 
 

PUSING

 
 

Memang agak sulit menerka apakah bayi menderita pusing atau tidak. Lihatlah gerak-gerik, tingkat kerewelan, dan apakah bayi terus-menerus memegang bagian kepalanya. Titik yang dipijat, yaitu di:

 

 

 
 

ujung sisi tengkorak belakang kiri dan kanan

 

 
 

KURANG NAFSU MAKAN

 
 

Pijatlah titik-titik meridian di:

 
 

 
 

bawah lutut kiri-kanan

 
 

dada tepat di antara dua puting payudara

 
 

atas pusar

 
 

sisi kiri-kanan pusar

 
 

CEKUKAN

 
 

Terkadang cukup sulit mengatasi bayi yang terus-menerus cekukan. Untuk meredakannya, pijat titik meridian di:

 

 

 
 

bagian belakang tubuh sekitar empat jari dari batas panggul

 

Model Irlyana, Foto: Agus/nakita

Konsultan Ahli:

Dr. Adiningsih Srilestari, M.Epid.,

ahli akupuntur dan akupresur dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Mengatasi Keadaan Darurat Pada Anak

2009-01-16

Keadaan darurat bisa menimpa siapa saja kapan saja. Yang penting Anda tetap tenang dan memiliki langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini ada beberapa keadaan darurat yang sebaiknya Anda memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana menangani keadaan ini dengan benar agar bisa meminimalisasi resiko yang mungkin timbul jika kondisinya memburuk.

 
 

DEMAM

Bayi demam jika suhu tubuhnya di atas 37,7° C. Beri asetaminofen untuk bayi (yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter) dan tunggu 30-45 menit untuk melihat apakah obatnya bekerja. Longgarkan pakaiannya dan tempelkan spons berisi air bukan di dahi melainkan di ketiak, kaki dan badannya. Susui sesering dan sebanyak mungkin, jika dalam 24 jam tidak kunjung reda, bawa ke dokter.

 
 

BATUK

Susui bayi agar lendir kental di saluran nafasnya mencair. Beri minyak telon hangat ke dada dan leher untuk melegakan pernafasan. Singkirkan perangsang batuk seperti bau obat nyamuk atau matikan AC. Untuk bayi di bawah usia 3 bulan, jangan diberi obat batuk kecuali atas petunjuk dokter.

 
 

DIARE

Pada bulan-bulan pertama, bayi bisa buang air besar hingga 8-10 kali dalam satu hari karena tubuhnya sedang beradaptasi dan pencernaannya belum sempurna. Tapi jika BAB-nya lebih banyak dari biasanya dengan warna dan bau yang tidak normal, terus berikan ASI agar bayi tidak dehidrasi dan segera hubungi dokter.

 
 

JATUH

Perlahan, periksa seluruh tubuh bayi untuk melihat apakah ada perubahan warna kulit, pembengkakan atau gangguan fungsi anggota badan. Gerakkan semua anggota badan secara perlahan dan perhatikan reaksinya. Jika bayi tidak sadarkan diri, segera bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih seksama.

 
 

TERSEDAK

Telungkupkan tubuh bayi dan tepuk-tepuk pundaknya agar benda asing yang berada di saluran pernafasannya keluar. Segera bawa ke UGD jika kesulitan bernafas.

Mengatasi panas dan rewel kala hendak tumbuh gigi

By sugih on 2009-01-16

Seputar pertumbuhan gigi anak dari milis nakita, dengan tajuk: "Mengatasi panas dan rewel kala hendak tumbuh gigi"

Kadang bayi rewel, tubuhnya hangat, dan tak nafsu makan gara-gara hendak tumbuh gigi. Walaupun akan hilang dengan sendirinya, tapi ada baiknya orang tua mencoba mengatasinya. "Kok, kayaknya akhir-akhir ini si Riska agak rewel, makannya susah dan badannya agak hangat. Jangan-jangan dia mau tumbuh gigi." Demikianlah biasanya praduga sebagian ibu-ibu. Namun benarkah semua gejala tadi pertanda hendak tumbuh gigi?

Menurut drg. Taty Z. Cornain, SpKGA, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, adakalanya memang kala hendak tumbuh gigi, bayi jadi rewel, tubuhnya sumeng/hangat, nafsu makannya berkurang. Namun adakalanya pula tak ada gejala berarti. Dalam arti, aman-aman saja. "Reaksi tersebut tergantung pada daya tahan tubuhnya atau ketahanan daya ambang sakitnya, yang pada tiap bayi berbeda-beda. Jadi, sifatnya individual sekali." HILANG BEGITU GIGI MUNCUL Biasanya, kalau daya tahan tubuh si bayi bagus, saat tumbuh gigi tak selalu bereaksi tubuh hangat. Jikapun hangat, mirip gejala awal mau flu. Hanya saja di sini tak disertai gejala flu, semisal bersin atau batuk dan lainnya. Yang justru harus diwaspadai bila suhu tubuhnya antara 38,540 derajat Celcius, perlu dicurigai ada penyakit lain. Sumeng gara-gara mau tumbuh gigi ini bisa berlangsung kira-kira 1-3 hari. "Tapi tak usah khawatir. Didiamkan saja pun, sumeng-nya akan hilang sendiri," bilang Taty. Hanya saja, tambahnya, umumnya orang tua langsung panik jika tubuh bayinya hangat. "Takut panasnya makin tinggi dan si bayi lantas kejang atau stuip. Sehingga mereka biasanya langsung melakukan tindakan preventif, yaitu diberikan obat penurun panas." Selain gejala hangat, sudah pasti bayi akan rewel karena ia tak bisa mengeluhkan rasa sakitnya. Rewel yang menyertainya juga paling lama seminggu. Begitu pun dengan perasaan tak enak di mulutnya hingga jadi malas makan atau mengunyah, serta nafsu makan yang berkurang. Biasanya hal ini tak berlangsung terus-menerus. Kalau giginya sudah nongol atau kelihatan sedikit saja, entah 1 atau 2 milimeter, biasanya dampak yang ditimbulkannya, semisal rewel atau tak enak di mulut, pun hilang. Saat itu, papar Taty, benih gigi akan keluar dari tempatnya di dalam tulang rahang dan sampai akhirnya muncul gigi di gusi. Gusi akan sedikit tampak agak pucat dan agak menonjol dibanding gusi di sebelahnya. Dalam proses keluarnya gigi dari tulang rahang ini, ia akan menembus gusi, sehingga terasa sakit. "Seolah gusi tersebut terkena luka atau sayatan, maka akan terasa sakit." Proses timbulnya gigi dari bawah ke atas ini tak bisa diukur berapa lama. Juga, sampai di mana posisi giginya sebelum menembus gusi hanya bisa dilihat dengan foto rontgen.

TAK MESTI PADA USIA 6 BULAN Umumnya bayi mulai tumbuh gigi di usia 6-12 bulan, dan sempurnanya sampai usia 24 bulan. Meski ada juga bayi yang tumbuh giginya sebelum usia 6 bulan. "Ini merupakan salah satu bentuk kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi," jelas Taty. Biasanya, yang berupa kelainan ini, begitu lahir si bayi sudah ada giginya, dikenal dengan istilah gigi natal. "Gigi natal ini tumbuh tak tentu, kadang di bagian depan atas, kadang di bagian bawah. Yang jelas, ia jarang tumbuh di bagian belakang. Banyaknya pun hanya satu buah." Sementara kelainan gigi susu yang tumbuhnya pada bulan pertama setelah kelahiran dikenal dengan gigi neonatal. Seperti halnya gigi natal, pada kelainan gigi neonatal pun belum tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi. "Apalagi ini hanya suatu kelainan bentuk pertumbuhan dan perkembangan gigi saja," terang Taty. Jadi, Bu-Pak, tak setiap kali tumbuh gigi, bayi akan merasa sakit alias sifatnya sangat variatif. Mungkin ada gigi yang menembus jaringan yang lebih padat dan ada yang tidak. Biasanya kalau menembus jaringan yang padat, dia akan merasakan sakit. Jadi, tergantung kepadatan jaringan yang ditembusnya. Hanya kita tak bisa memastikan bagian mana yang lebih tebal dan yang tidak. HARUS DIATASI Jadi, ulas Taty, jika tumbuh gigi pada bayi tak bermasalah, maka didiamkan saja juga tak apa-apa. Hanya kalau bayinya jadi sangat rewel, tampak tak tahan sakit, serta badannya hangat/sumeng, sebaiknya orang tua mencoba mengatasinya dengan memberikan obat penurun panas sebagai pertolongan pertama atau penolong.

Seringkali, bayi yang sakit karena tumbuh gigi dibawa ke dokter anak, bukan ke dokter gigi. Soalnya, terang Taty, jika bayi tubuhnya hangat, orang tua lebih curiga bukan tumbuh gigi, tapi penyakit lainnya seperti panas karena demam berdarah, tifus, dan lainnya." Namun, walau bukan dokter gigi, dokter anak pun bisa mengetahui apakah si bayi sakit karena tumbuh gigi atau bukan. "Bila suhunya tak terlalu tinggi dan tak ada gejala seperti batuk, pilek, dan lainnya, dokter akan melihat kondisi mulutnya. Jika ada sesuatu pada gusinya, seperti warna gusi yang lebih pucat dan agak menonjol dibanding sisi lainnya, maka diduga hangat tubuhnya berasal dari gigi yang mau tumbuh." Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang mengandung analgesik dan antipiretik sebagai obat-obatan penghilang rasa sakit. Obat-obatan tersebut berada dalam kandungan obat-obat penurun panas. "Barulah kalau ada suatu masalah pada giginya, misal, bengkak sekali dan agak kebiruan karena ada pembuluh darahnya yang terjepit, dirujuk ke dokter gigi." Sedangkan bila nafsu makannya jadi berkurang, tentu saja tak bisa didiamkan terus. Biar bagaimanapun tetap harus diberikan makanan. Karena masih bayi, tentunya makanan yang diberikan pun tak terlalu keras, tapi yang cair. Kalaupun tumbuhnya sesudah 6 bulan dan ia sudah makan tim, maka berikan makanan yang agak lunak, misal, dengan diblender. "Yang pasti, harus dihindari makanan yang agak keras." Dedeh Kurniasih.Foto: M.Syazani Omar Putra

Minggu, 28 Desember 2008

Raising A Family

Gampang-gampang susah yah, mau punya keluarga yang sakinah
itu semua tergantung takdir ama ridho 4jjl SWT.
Tapi semakin kita berusaha biasanya semakin sulit. karena itu cobaan dari dari 4jjl SWT untuk menguji keimanan kita.

Cobaan dan ujian adalah sunnatullah yang Allah ‘berlakukan’ terhadap hamba-hamba-Nya di muka bumi. Ada beberapa gambaran mengenai hal ini dari Alquran dan hadits. Setidaknya seperti berikut.
1. Cobaan dan ujian adalah sarana untuk mengungkap keimanan seseorang; apakah ia benar-benar beriman atau tidak.
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3)
2. Cobaan dan ujian merupakan hakikat dari kehidupan manusia di dunia.
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk: 1-2)
3. Cobaan dan ujian alat introspeksi diri dan pelajaran agar manusia dapat lebih baik dalam beribadah kepada Allah swt.
Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. (Al-Qashas: 40)
4. Cobaan dan ujian sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt.
Dari Sa’d bin Abi Waqash, aku bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang yang seperti para nabi, kemudian orang-orang yang seperti mereka. Seorang hamba diuji Allah berdasarkan keimanannya. Jika keimanannya kokoh, maka akan semakin berat cobaannya. Namun jika keimanannya lemah, maka ia akan diuji berdasarkan keimanannya tersebut. Dan cobaan tidak akan berpisah dari seorang hamba hingga nanti ia meninggalkannya berjalan di muka bumi seperti ia tidak memiliki satu dosa pun. (HR. Turmudzi).
5. Cobaan dan ujian merupakan salah satu bentuk cinta Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Besarnya suatu pahala adalah tergantung dari besarnya ujian dari Allah. Dan sesungguhnya Allah swt. apabila mencintai suatu kaum, Allah menguji mereka. Jika (dengan ujian tersebut) mereka ridha, maka Allah pun memberikan keridhaan-Nya. Dan siapa yang marah (tidak ridha), maka Allah pun marah terhadapnya.” (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah).

Karena itu janganlah kita berputus asa apabila kita diberi cobaan yang berat karena 4jjl tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita, maksudnya semua itu insya4jjl ada balasan yang setimpal untuk kita baik diakhirat yang kekal maupun didunia yang hanya sementara ini.

Anak adalah titipan dari 4jjl SWT yang harus kita jaga dan rawat sehingga tumbuh menjadi manusia yang memiliki Akhlak yang sholeh.

Selamat membesarkan keluarga.. :)